Kisah Ashabul Kahfi: Para Pemuda Penjaga Iman di Zaman Kezaliman
Kisah Ashabul Kahfi: Para Pemuda Penjaga Iman di Zaman Kezaliman
KOMHIS.ID - Di sebuah negeri yang dipenuhi kesyirikan dan kekuasaan zalim, hiduplah sekelompok pemuda beriman. Mereka masih muda, namun hati mereka dipenuhi cahaya tauhid. Ketika kebanyakan manusia tunduk pada penguasa yang memaksa menyembah selain Allah ﷻ, para pemuda ini justru berdiri tegar menjaga iman mereka.
Allah ﷻ mengabadikan sifat mereka:
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
Mereka sadar, bertahan di tengah masyarakat itu berarti mempertaruhkan iman. Maka dengan penuh keyakinan, mereka saling menasihati dan berkata:
رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَا مِنْ دُونِهِ إِلَهًا
“Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi, kami tidak akan menyeru selain Dia sebagai Tuhan.”
Pelarian Menuju Gua
Saat ancaman semakin nyata, mereka memilih hijrah demi iman. Mereka meninggalkan kenyamanan dunia, harta, dan kedudukan, lalu berlindung di sebuah gua yang sunyi.
Dengan penuh ketundukan, mereka berdoa:
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Wahai Tuhan kami, berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu dan siapkanlah bagi kami petunjuk dalam urusan kami.”
Allah ﷻ mengabulkan doa itu dengan cara yang luar biasa. Mereka ditidurkan bukan sehari atau setahun, melainkan ratusan tahun.
فَضَرَبْنَا عَلَىٰ آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا
“Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu selama beberapa tahun.”
Selama mereka tertidur, Allah sendiri yang menjaga mereka. Matahari tidak langsung mengenai tubuh mereka, dan jasad mereka dibolak-balik agar tidak rusak.
وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ
“Engkau melihat matahari ketika terbit condong dari gua mereka…”
Bahkan siapa pun yang melihat mereka akan merasa takut:
لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا
“Jika engkau melihat mereka, niscaya engkau akan lari ketakutan.”
Setelah 309 tahun, Allah ﷻ membangunkan mereka.
وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا
“Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan.”
Ketika salah seorang dari mereka keluar untuk membeli makanan, ia mendapati dunia telah berubah. Negeri itu kini dipenuhi tauhid. Kisah mereka pun menjadi tanda kebesaran Allah bahwa kebangkitan itu benar.
وَكَذَٰلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ
“Dan demikianlah Kami perlihatkan mereka agar manusia mengetahui bahwa janji Allah itu benar.”
Keutamaan membaca Surah Al-Kahfi:
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, ia akan terlindung dari Dajjal.”
• Iman lebih berharga daripada dunia
• Pemuda bisa menjadi penjaga agama
• Hijrah demi iman pasti ditolong Allah
• Janji kebangkitan adalah benar
• Pertolongan Allah datang dengan cara yang tak terduga
--------
Dishare kembali oleh KOMHIS.ID dari laman Facebook : Ustadz Fatih Karim
KOMHIS | Komunitas Muslim Hijrah Sentul
