Al-Khansa’: Ibu Pejuang yang Mengorbankan Empat Putranya

Al-Khansa’: Ibu Pejuang yang Mengorbankan Empat Putranya

(KOMHIS.ID) Di tanah Arab yang panas dan keras, hiduplah seorang wanita bernama Al-Khansa’ radhiyallahu ‘anha, dikenal sebagai penyair wanita paling fasih pada masanya. Namun keagungan Al-Khansa’ tidak hanya terletak pada bait-bait syairnya, melainkan pada keteguhan imannya dan keberanian hatinya.
Sebelum mengenal Islam, Al-Khansa’ menangisi kematian saudara-saudaranya dengan ratapan panjang. Air matanya mengalir bertahun-tahun, syair-syair dukanya mengguncang jazirah Arab. Namun setelah Islam menyinari hatinya, iman mengubah cara ia memandang kehilangan.

Al-Khansa’: Ibu Pejuang yang Mengorbankan Empat Putranya

Kesedihan bukan lagi jeritan putus asa, melainkan pengorbanan demi ridha Allah.

Ketika perang Qadisiyah tiba di masa Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Al-Khansa’ mengantarkan empat putranya ke medan jihad. Di malam sebelum pertempuran, ia mengumpulkan mereka. Dengan suara lembut namun tegas, ia berkata:
“Wahai anak-anakku, kalian masuk Islam dengan pilihan sendiri. Kalian hijrah dengan kerelaan hati. Ketahuilah, kampung akhirat lebih baik daripada kampung dunia. Jika esok kalian berperang, majulah dengan sabar dan berharap pahala dari Allah.”
Tidak ada tangisan yang memecah malam. Tidak ada pelukan yang melemahkan tekad. Yang ada hanyalah doa seorang ibu yang menyerahkan anak-anaknya kepada Pemilik jiwa.
Keesokan harinya, keempat putra Al-Khansa’ maju ke medan laga satu per satu. Mereka bertempur dengan keberanian luar biasa hingga semuanya gugur sebagai syuhada. Kabar duka itu pun sampai kepada Al-Khansa’.
Namun yang keluar dari lisannya bukan jeritan kesedihan, melainkan kalimat yang menggetarkan langit dan bumi:
“Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan kesyahidan anak-anakku. Aku berharap Allah mengumpulkanku bersama mereka di surga-Nya.”
Tak setetes air mata pun jatuh karena keluh kesah. Yang ada hanyalah keyakinan penuh akan janji Allah. Al-Khansa’ membuktikan bahwa seorang ibu bukan hanya melahirkan pejuang, tetapi juga mendidik jiwa yang siap mengorbankan segalanya demi iman.
Kisah Al-Khansa’ bukan tentang kehilangan, melainkan tentang kemenangan iman atas cinta dunia. Tentang seorang wanita yang mengajarkan bahwa ridha Allah lebih berharga daripada segala yang dimiliki manusia.
KOMHIS | Komunitas Muslim Hijrah Sentul
To Top