KISAH SAHABAT NABI: QAIS BIN SAAD BIN UBADAH

Belajar dari Qais bin Sa'ad: Dermawan, Setia & Berani.

Kisah tentang Qais bin Sa’ad bin ‘Ubadah, seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang dikenal cerdas, dermawan, dan setia kepada Islam serta para pemimpin Islam setelah Rasulullah ﷺ wafat.

KISAH SAHABAT NABI: QAIS BIN SAAD BIN UBADAH

1. Latar Belakang Keluarga dan Kelahiran

Qais bin Sa’ad bin ‘Ubadah berasal dari keluarga terpandang di Madinah, termasuk dari suku Khazraj, salah satu kelompok Anshar yang mulia. Ayahnya, Sa’ad bin ‘Ubadah, adalah pemimpin suku Khazraj yang terkenal karena kedermawanan dan kebijaksanaannya sebelum dan sesudah Islam datang. Qais tumbuh besar dalam lingkungan yang penuh adab, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap sesama.

2. Masuk Islam dan Kedekatan dengan Nabi ﷺ

Qais memeluk Islam sejak masih belia,
ketika ayahnya memperkenalkan dirinya kepada Rasulullah ﷺ

Nabi Muhammad ﷺ melihat potensi dan karakter Qais, sehingga kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ menjadi sangat kuat — bahkan pernah disebut oleh Anas bin Malik bahwa kedudukan Qais tak ubahnya seperti ajudan atau pendamping setia nabi ﷺ

Setelah masuk Islam, Qais meninggalkan kebiasaan lama yang kurang baik (seperti menggunakan kecerdasan untuk menipu dalam perdagangan) dan setelah masuk Islam semua pikiran nya mengarahkan kecerdikannya untuk berbuat kebaikan dan mendukung misi islam.

3. Sifat dan Kepribadian

✓ Kedermawanan
Qais dikenal sebagai pribadi yang sangat luar biasa dermawan. Kisahnya yang terkenal:
Ia sering memberi pinjaman kepada teman-temannya tanpa meminta kembali. Bahkan, ketika orang yang dipinjami harta itu mampu membayar kembali utangnya, Qais berkata,
“Kami tidak hendak menerima apa-apa yang telah diberikan,” menunjukkan betapa besar hatinya.

Ketika ia jatuh sakit dan banyak sahabat yang tidak menjenguknya, tersiar kabar bahwa mereka malu karena masih punya tanggungan utang kepada Qais.
Ia kemudian berkata bahwa
“Allah menghinakan harta yang menghalangi seseorang untuk berkunjung.”
Ini menunjukkan bahwa Qais sangat menempatkan hubungan sosial jauh
di atas harta benda.

✓ Kecerdasan dan Diplomasi
Sebelum Islam, kecerdasan Qais kadang dipakai untuk trik dagang. Namun setelah beriman, ia memakai kecerdasan itu untuk hal-hal baik, termasuk berdiplomasi dan menyelesaikan masalah secara bijak.

4. Peran dalam Perang dan Jihad

• Masa Rasulullah ﷺ
Selama Rasulullah ﷺ masih hidup,
Qais tidak pernah absen dari medan jihad. Ia siap di setiap peperangan sebagai bagian dari pasukan Muslim tanpa ragu.

• Perang setelah Rasulullah ﷺ Wafat.
Setelah Nabi ﷺ wafat, masa kekhalifahan mengalami dinamika besar. Ketika terjadi perpecahan ـ seperti Perang Shiffin antara Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Qais memilih untuk berdiri di pihak Ali karena keyakinannya bahwa pihak itu berada di jalur yang benar

5. Kepemimpinan dan Jabatan

Karena kesetiaan dan keberaniannya, Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib mengangkat Qais menjadi Gubernur Mesir. Hal ini menunjukkan bahwa Qais bukan hanya seorang pejuang, tapi juga seorang pemimpin yang dipercaya.

Ketika masa kepemimpinan bergeser setelah wafatnya Ali, Qais memandang bahwa Hasan bin Ali adalah sosok yang layak menjadi pemimpin. Ia lalu mendukung Hasan dan memimpin ribuan pasukan di bawah namanya.

6. Akhir Hayat

Qais bin Sa’ad wafat pada tahun 59 Hijriah (sekitar 679–680 M) di Madinah. Ia diketahui gugur di medan perang saat masih berjuang bagi keyakinannya, setelah peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah umat Islam pasca wafatnya Nabi ﷺ. Namanya dikenang sebagai pribadi pemberani, jujur, dermawan, dan setia.

📌 Kesimpulan Tokoh

Qais bin Sa’ad bin ‘Ubadah adalah contoh
nyata dari seorang sahabat yang:

✔️ Berasal dari keluarga terpandang namun tetap rendah hati.
✔️ Menjadi Muslim sejak kecil dan dekat dengan Nabi ﷺ.
✔️ Terkenal karena kedermawanan luar biasa.
✔️ Memiliki kecerdasan dan keberanian yang membuatnya diandalkan dalam peperangan.
✔️ Berperan sebagai pemimpin di masa kekhalifahan ‘Ali dan Hasan.
✔️ Wafat sebagai seorang pejuang yang terus berjuang demi kebaikan dan kebenaran.

✨pelajaran hidup dari Qais bin Sa’ad untuk kehidupan sehari-hari:

1. Dermawan – Bagikan yang kamu punya, sekecil apa pun, untuk menolong orang lain.

2. Setia dan Jujur – Tepati janji dan pegang prinsip dalam semua hal.

3. Gunakan kecerdasan untuk kebaikan – Pakai kemampuanmu untuk membantu, bukan merugikan orang lain.

4. Berani membela yang benar – Jangan takut berdiri untuk kebaikan, walau tantangannya besar.

5. Rendah hati – Status atau harta bukan segalanya; akhlak baik jauh lebih berharga.

Semoga kita selalu belajar menjadi dermawan, setia, dan berani menegakkan kebenaran.

Di Reshare oleh KOMHIS.ID
To Top