100 UNTA MERAH ATAU GELANG KISRA?

100 UNTA MERAH ATAU GELANG KISRA?

Pelajaran Hijrah dari Kisah Suraqah 

Oleh Ustadz Aan Sufyan

 

100 UNTA MERAH ATAU GELANG KISRA? Pelajaran Hijrah dari Kisah Suraqah

Setiap manusia sedang berjalan menuju sesuatu.
Tidak ada manusia yang diam.
Yang ada hanyalah:
Siapa yang ia kejar?
dan ke mana ia melangkah?
Hari ini kita akan belajar dari satu peristiwa hijrah Nabi ﷺ,
Tentang seorang pemburu dunia yang akhirnya diburu oleh hidayah.
Ia bernama Suraqah bin Malik bin Ju‘syum.

KONDISI HIJRAH: SAAT SEMUA TERLIHAT GELAP 

Sobat sekalian,
Hijrah Nabi ﷺ bukan perjalanan wisata.
Hijrah adalah situasi paling genting dalam hidup Rasulullah ﷺ.
Quraisy sepakat membunuh Nabi ﷺ
Rumah beliau dikepung
Darahnya halal ditumpahkan
dan setelah gagal, Quraisy membuat sayembara besar
“Siapa yang menangkap Muhammad—hidup atau mati—akan mendapat 100 ekor unta.”
Bayangkan… 
Di masyarakat Arab:
•    Unta = Aset Utama
•    100 Unta = Kekayaan Besar
•    Unta Merah = Harta Paling Mahal
Kalau hari ini, nilainya miliaran rupiah.
Artinya apa?
Quraisy ingin memastikan seluruh pemburu profesional turun tangan.

SIAPA SURAQAH BIN MALIK? 

Suraqah bukan orang biasa.
•    Dia seorang bangsawan Bani Mudlij
•    Dia seorang penunggang kuda terbaik
•    Dia seorang ahli membaca jejak
•    Dia seorang pemburu profesional
Ketika ia mendengar kabar tiga orang berjalan ke arah pantai,
hatinya langsung berkata:
“Itu pasti Muhammad.”
Namun ia licik.
Ia berkata di depan orang-orang:
“Ah bukan, itu hanya Fulan dan Fulan.”
Lalu diam-diam ia pulang, mengambil kudanya, dan berkata dalam hati:
“100 unta itu harus jadi milikku.”
Sobat sekalian, inilah wajah manusia ketika dunia memanggil.

KETIKA MANUSIA BERGERAK, ALLAH MENENTUKAN 

Suraqah mengejar.
Jarak makin dekat.
Ia sudah bisa melihat Nabi ﷺ.
Tapi apa yang terjadi?
👉 Kudanya terperosok ke pasir.
Ia jatuh.
Bangkit.
Mengejar lagi.
👉 Terperosok lagi.
Ia mulai gelisah.
👉 Terperosok untuk ketiga kalinya. Lebih dalam. Lebih berat.
Debu berputar.
Langkah tertahan.
Suraqah gemetar.
Di sini sobat sekalian, kita belajar satu kaidah besar:
Jika Allah tidak mengizinkan,
maka keahlian, kekuatan, dan pengalaman menjadi tidak berguna.
Berapa banyak orang hari ini:
•    Pintar, tapi gelap hatinya
•    Kaya, tapi gelisah hidupnya
•    Kuat, tapi hancur keluarganya
Karena bergerak tanpa Allah bahkan menyelisihi dan berpaling dari jalan-Nya

SAAT DUNIA GUGUR, HIDAYAH DATANG 

Dalam ketakutan, Suraqah berteriak:
“Wahai Muhammad! Doakan aku!”
Rasulullah ﷺ berhenti.
Bayangkan Sobat sekalian…
orang ini pemburunya
berniat menangkap atau membunuh
tapi Nabi ﷺ tidak membalas dengan pedang
Beliau ﷺ berdoa.
Dan seketika:
…kuda berdiri
…pasir melepas
…bahaya angin puting beliung lenyap
Suraqah pun berkata:
“Aku tidak akan mengganggumu. Bahkan aku akan menghalangi siapa pun yang mengejarmu.”

JANJI YANG MELAMPAUI LOGIKA

Namun Rasulullah ﷺ tidak berhenti sampai di situ.
Beliau ﷺ bersabda:
“Bagaimana menurutmu wahai Suraqah, jika suatu hari engkau memakai gelang Kisra?”
Sobat sekalian…
Kisra itu siapa?
•    Kaisar Persia
•    Imperium superpower dunia
•    Musuh besar Imperium Romawi
Di saat Nabi ﷺ:
…sedang diburu
…tidak punya negara
…tidak punya tentara
Beliau ﷺ berbicara tentang runtuhnya imperium global.
Inilah bedanya:
Budak dunia hanya melihat hari ini
Orang beriman melihat janji Allah. 

100 UNTA MERAH VS GELANG KISRA 

Suraqah keluar rumah mengejar:
•    100 unta merah
•    Harta puncak dunia
•    Kehormatan di mata manusia
Ia pulang membawa:
•    Benih iman
•    Janji Nabi ﷺ
•    Masa depan yang tak ia bayangkan
Enam Belas (16) Tahun kemudian…
Persia ditaklukkan
Harta Kisra dibawa ke Madinah
Umar bin Khattab رضي الله عنه memanggil Suraqah
dan Suraqah benar-benar mengenakan gelang Kisra
Janji Nabi ﷺ terjadi persis.

PELAJARAN UNTUK ZAMAN SEKARANG 

1. Dunia yang Dikejar Bisa Membinasakan
Suraqah hampir binasa karena dunia.
Hari ini:
Riba KPR demi punya rumah megah
Riba Leasing demi punya kendaraan mewah
Riba Top Up untuk tambah modal usaha
Curang demi jabatan dan menumpuk harta kekayaan 
Dusta demi citra
Padahal:
“Dunia ini kecil di sisi Allah.”

2. Jika Allah Bersama Kita, Jangan Takut
Hijrah bukan pelarian.
Hijrah adalah keberanian karena iman.
“Jangan bersedih, Allah bersama kita.”
(QS. At-Taubah: 40)

3. Akhlak Lebih Tajam dari Pedang
Musuh bisa berubah karena akhlak.
Dakwah hari ini sering kalah bukan karena kurang dalil,
tapi karena keras hati dan kasar sikap.

4. Jangan Kejar Dunia, Biarkan Dunia Mengejarmu

Suraqah mengejar dunia → hampir hancur.
Saat ia berhenti → Allah muliakan.

5. Orang Beriman Harus Punya Visi Besar
Nabi SAW mengajarkan agar kita orang beriman punya visi besar
Orang beriman tidak hanya melihat kondisi hari ini:
•    Umat Islam terpecah belah, terpuruk dan lemah di berbagai bidang
•    Kekayaan alamnya dijarah bangsa kafir penjajah namun dianggap sah
•    Nabinya dihina
•    Kitab sucinya dibakar 
•    Ajaran agamanya dilecehkan dan direndahkan

Melainkan….
Orang beriman harus bangkit dan berjuang untuk mengubah keadaan agar janji kemenangan Islam dan kemuliaan umat Islam berhasil kembali diwujudkan

PENUTUP 

Sobat sekalian …
Hari ini kita tidak sedang mengejar Nabi ﷺ seperti halnya dahulu yang pernah dilakukan Suraqah
tapi kita diuji:
Apa yang sedang kita kejar?
Unta merah dunia?
Atau ridha Allah?
اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا،
ولا مبلغ علمنا،
واجعل الآخرة هي دارنا وقرارنا.
اللهم ثبتنا على الإيمان،
واحشرنا مع نبيك محمد ﷺ.
Amin ya Rabbal ‘alamin.

To Top