Sultan Baibars – Benteng Terakhir Dunia Islam

Sultan Baibars – Benteng Terakhir Dunia Islam

Sultan Baibars – Benteng Terakhir Dunia Islam

Dunia Islam pernah berada di ambang kehancuran.

Kota-kota runtuh.
Khilafah Abbasiyah tumbang.
Baghdad dibakar, sungainya memerah oleh darah dan tinta ilmu.
Di timur, Mongol datang seperti badai.
Di barat, pasukan Salib masih mencengkeram tanah suci.
Umat terjepit di antara dua kehancuran.
Di tengah keputusasaan itu,
bangkit seorang lelaki yang dulunya budak: Baibars.
Ia bukan bangsawan.
Ia tidak lahir di istana.
Namun medan perang adalah sekolahnya,
dan keberanian adalah gelarnya.
Ketika Mongol—pasukan yang belum pernah kalah—bergerak menuju Mesir,
para penguasa gemetar.
Banyak yang memilih bernegosiasi.
Banyak yang memilih tunduk.
Baibars memilih melawan.
Di Ain Jalut,
ia menyusun tipu daya yang tak terduga.
Pasukannya berpura-pura mundur.
Mongol terpancing masuk ke lembah sempit.
Saat terompet perang ditiup,
bumi berguncang oleh pekikan takbir.
Panah menghujani langit.
Pedang bertemu pedang.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah,
pasukan Mongol dikalahkan.
Kemenangan itu bukan sekadar militer.
Ia mematahkan mitos:
bahwa Mongol tak bisa dikalahkan.
Setelah menjadi sultan,
Baibars tidak larut dalam kejayaan.
Ia membangun benteng, memperkuat pasukan,
menghidupkan kembali khilafah Abbasiyah di Kairo
agar umat kembali memiliki simbol persatuan.
Ia memburu sisa pasukan Salib.
Satu demi satu benteng mereka runtuh.
Tanah Islam dibersihkan dari penjajahan.
Namun hidup Baibars bukan tanpa luka.
Ia selalu tidur dengan pedang di dekatnya.
Ia tahu, musuh tidak pernah benar-benar pergi.
Dan benar,
ia wafat bukan di medan perang,
melainkan diracun—
akhir yang sunyi bagi singa medan laga.
Namun warisannya tetap hidup.
Jika Baibars tidak berdiri,
mungkin sejarah Islam berhenti di Ain Jalut.
Ia bukan sekadar sultan.
Ia adalah benteng terakhir ketika dunia hampir runtuh.
Pelajaran:
Allah mampu mengangkat siapa pun—
bahkan seorang budak—
menjadi penyelamat umat,
selama ia berdiri dengan iman, keberanian, dan pengorbanan

Di Reshare oleh KOMHIS.ID dari Laman FB Chanel Erfan
To Top