Kisah Rasulullah ﷺ Membangun Masjid Quba

Kisah Rasulullah ﷺ Membangun Masjid Quba

Setelah bertahun-tahun mengalami tekanan, hinaan, dan penyiksaan di Makkah, Allah ﷻ akhirnya memerintahkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat untuk berhijrah ke Madinah. Hijrah ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi awal dari terbentuknya masyarakat Islam.

Kisah Rasulullah ﷺ Membangun Masjid Quba

Dalam perjalanan hijrah, Rasulullah ﷺ ditemani oleh sahabat setia beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. Setelah melewati perjalanan yang penuh tantangan dan perlindungan Allah, Rasulullah ﷺ tiba di sebuah perkampungan kecil di pinggir Madinah yang bernama Quba.

Kedatangan Rasulullah ﷺ disambut dengan penuh kegembiraan oleh kaum Muslimin di sana. Wajah-wajah mereka bersinar, hati mereka dipenuhi rasa syukur karena akhirnya Rasulullah ﷺ selamat sampai.

Di Quba, Rasulullah ﷺ tinggal selama
empat hari menurut sebagian riwayat.
Pada hari-hari itulah, Rasulullah ﷺ berinisiatif untuk mendirikan sebuah masjid. Masjid ini tidak besar dan tidak mewah, namun dibangun dengan niat yang sangat mulia: sebagai tempat ibadah, persatuan, dan pusat kehidupan umat Islam.

Rasulullah ﷺ tidak hanya memerintah,
tetapi beliau turun langsung membantu pembangunan masjid. Dengan tangan beliau sendiri, Rasulullah ﷺ mengangkat batu-batu dan menyusunnya bersama para sahabat. Melihat hal itu, para sahabat semakin bersemangat. Mereka berkata,

“Jika Rasulullah ﷺ bekerja, bagaimana mungkin kami tinggal diam?”

Para sahabat bekerja sambil melantunkan syair-syair penyemangat, sementara Rasulullah ﷺ ikut bersama mereka. Mesjid Quba pun berdiri dengan sederhana—dinding dari batu dan tanah liat, atap dari pelepah kurma, dan lantai dari tanah.

Masjid ini dibangun atas dasar ketakwaan sejak hari pertama. Allah ﷻ kemudian menurunkan ayat yang memuji masjid ini, menegaskan bahwa masjid yang dibangun atas ketakwaan lebih utama daripada bangunan yang didirikan atas niat buruk.

Setelah masjid selesai, Rasulullah ﷺ menjadi imam shalat pertama di Masjid Quba. Sejak itu, masjid tersebut menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, tempat mereka memperkuat iman, persaudaraan, dan semangat dakwah.
Walaupun setelahnya Rasulullah ﷺ pindah dan menetap di Madinah serta membangun Masjid Nabawi, beliau tidak melupakan Masjid Quba.

Rasulullah ﷺ senantiasa mengunjunginya, khususnya setiap hari Sabtu. Beliau shalat di sana sebagai bentuk kecintaan dan penghargaan terhadap masjid pertama yang dibangun dalam Islam.

Masjid Quba menjadi simbol awal peradaban Islam—bahwa Islam dibangun di atas iman, kerja sama, dan kerendahan hati. Dari masjid sederhana itulah, cahaya Islam mulai menyinari Madinah dan kemudian seluruh dunia.

🌿Hikmahnya yang bisa kita ambil:

1. Setiap amal besar dimulai dari niat yang ikhlas
2. Masjid bukan sekadar bangunan, tetapi pusat pembinaan umat
3. Keteladanan Rasulullah ﷺ dalam kepemimpinan dan kerendahan hati

Semoga kita mampu membangun iman dengan keikhlasan, sebagaimana Masjid Quba dibangun atas dasar takwa...

Allahumma sholiala Syaidina Muhammad

Artikel ini di Reshare oleh KOMHIS.ID 
To Top