3 DOA AGAR TERBEBAS DARI HUTANG | KOMHIS.ID

3 DOA AGAR TERBEBAS DARI HUTANG 

KOMHIS.ID - Rezeki, sebuah simfoni takdir yang telah diatur sempurna oleh Sang Pencipta. Namun, untuk menguatkan hamba-Nya, Allah kerap menghadirkan melodi ujian: bisikan ketakutan, lantunan kelaparan, irama kekurangan harta, heningnya jiwa, bahkan sepinya panen buah. Ini semua adalah bagian dari naskah ilahi dalam Al-Qur’an, dan di antara lembaran itu, terselip pula babak tentang sulitnya membayar dan bebas dari utang.

Berhutang itu bukan perkara sepele, fikih telah mengaturnya secara gamblang. Seseorang yang meminjam, secara otomatis memikul tanggung jawab untuk mengembalikan pinjaman itu kepada krediturnya selama dirinya mampu. 


3 DOA AGAR TERBEBAS DARI HUTANG | KOMHIS.ID

Namun, seringkali terjadi diantara kita cenderung melupakan bahkan mengabaikan hak orang lain yang harus dibayarkan. Padahal sudah ada kemampuan untuk membayar. Hal ini mungkin dianggap sebagai perkara yang sepele menurut sebagian kalangan, tapi boleh jadi akan menjadi dampak yang besar suatu saat nanti.  

Sebelum terjerumus lebih jauh dalam kebiasaan buruk itu, maka Baginda Nabi beserta para sahabatnya memberikan alternatif dalam bentuk doa bebas dan bisa menutup peluang terjadinya utang yang tidak dibayarkan. Diantaranya sebagai berikut:

Pertama, Menurut riwayat Hisyam bin Abdullah bin Zubair, pernah suatu waktu Umar bin Khattab dilanda kesulitan. Beliau lantas menghadap Nabi dan meminta agar diperintahkan untuk membeli sekantong kurma.

Mendengar itu, Nabi bersabda, “Jika memang itu maumu, akan aku perintahkan. Namun, adakah kau bersedia kuajarkan beberapa kalimat yang nilainya lebih baik dari itu?”. Kemudian Nabi membacakan doa berikut,

اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِى بِالْاِسْلَامِ قَاعِدًا وَاحْفَظْنِى بِالْاِسْلَامِ رَاقِدًا وَلَا تُطْمِعْ فِيَّ عَدُوًّا وَلَا حَاسِدًا وَاَعُوْذُ بِكَ مِمَّا اَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ وَاَسْأَلُكَ مِنَ اْلخَيْرِ الَّذِى هُوَ بِيَدِكَ كُلِّهِ

“Ya Allah, jagalah Islam dariku saat duduk maupun tidur. Dan jadikan ambisi musuh dan orang yang dengki menimpa diriku. Aku berlindung kepada-Mu dari apa yang Engkau ambil daripadanya. Dan aku memohon akan kebaikan yang seluruhnya berada dalam genggaman-Mu”

Kedua, Diriwayatkan dari Sayyidatuna Aisyah, ia mengisahkan bahwa ayahnya, Abu Bakar r.a., pernah menerima sebuah doa dari Rasulullah. Doa ini istimewa, sebab rupanya juga pernah diajarkan oleh Nabi Isa kepada para Hawariyyin (pengikut Nabi Isa a.s). Abu Bakar kemudian menegaskan kepada Aisyah, “Sekalipun utangmu sebesar Gunung Uhud, percayalah, Allah pasti akan membayarnya”.

Doa itu adalah,

اَللّٰهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ كَاشِفَ اْلغَمِّ مُجِيْبَ دَعْوَةِ اْلمُضْطَرِّيْنَ رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا اَنْتَ تَرْحَمْنِىْ فَارْحَمْنِىْ رَحْمَةً تُغْنِيْنِىْ بِهَا عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, Dzat yang menghilangkan kegelisahan dan kesedihan. Dzat yang mengabulkan permohonan doanya orang yang terdesak. Dan dzat yang Maha pengasih lagi penyayang di dunia maupun akhirat. Engkaulah sang pengasih, maka kasihanilah aku agar senantiasa merasa cukup dari sesuatu selain-Mu” 

Berkat pengamalan doa itu, Sayyidah Aisyah, yang memiliki utang pada Asma’, seketika mampu melunasinya. Rezeki Allah yang datang begitu saja, tanpa harus menunggu warisan atau sedekah dari siapapun.

Ketiga, Dalam kitab ad-Da’awât diceritakan, suatu ketika Baginda Nabi melihat sahabat Abu Umamah dan bertanya, ‘Mengapa aku tidak melihatmu di teras masjid di luar waktu shalat?’ Abu Umamah lantas menjawab, “Saya khawatir memiliki kewajiban membayar utang, wahai Rasulullah.”

Nabi pun merespons, “Maukah saya ajarkan sebuah doa yang jika kamu membacanya, kekhawatiranmu akan hilang dan utang-utangmu akan terbayarkan?”. Doa ini dianjurkan untuk dibaca menjelang pagi dan sore hari. Berikut adalah doanya,

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلهَمِّ وَاْلحَزَنِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ وَاَعٌوْذُ بِكَ مِنَ اْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَاَعُوءذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ 

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan, dari ketidakberdayaan dan rasa malas, dari ketakutan dan sifat kikir, serta dari diliputi hutang dan penindasan manusia”

Setelah mengamalkan doa di atas, akhirnya Abu Umamah bisa melunasi hutang-hutangnya. Semoga dengan istiqamah mengamalkan doa-doa ini, kita semua yang sedang berjuang melunasi utang akan menemukan jalan keluar, dikaruniai kemudahan, dan keberkahan rezeki dari Allah SWT.

Insya Allah, kita mampu melangkah menuju kehidupan yang lebih lapang. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam

Dishare ulang dari : https://bincangsyariah.com oleh KOMHIS.ID

To Top